AKUNTANSI BIAYA I
KODE : AK111
BEBAN KREDIT : 3 SKS
JURUSAN : KA
WAKTU TATAP MUKA : 1 X 50 Menit
WAKTU TUGAS PRAKTEK : 1 x 100 Menit
WAKTU TUGAS PRAKTIKUM : 1 x 100 Menit
METODE KULIAH : Tatap Muka, Praktek, Praktikum, Tugas, Diskusi
ALAT : Multimedia Projector, Komputer, Whiteboard
EVALUASI : Kehadiran, Tugas, Diskusi, UTS, UAS
DOSEN : Koordinator
T I U : Mata Kuliah ini bertujuan memberi pengetahuan dasar mengenai konsep biaya dan akuntansi biaya untuk tujuan penentuan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan. Selain itu akan membahas tentang biaya standar.
POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
TIK
1. Akuntansi biaya, sifat biaya dan kegunaan.
2. Konsep dan prilaku biaya.
3. Kalkulasi biaya produksi (Job Order).
4. Masalah-masalah dalam biaya produksi harga pokok pesanan.
5. Kalkulasi biaya produksi (process costing)
6. Metode harga pokok proses lanjutan.
7. Metode harga pokok proses perusahaan menghasilkan beberapa macam produk.
8. Harga pokok standar.
9. Perhitungan dan analisis selisih biaya produksi langsung.
10. Perhitungan dan analisis selisih biaya overhead.
• Pengertian dan penggunaan akuntansi biaya.
• Data akuntansi biaya untuk tujuan manajemen.
• Revolusi dalam akuntansi biaya.
• Kalkulasi biaya.
• Konsep biaya.
• Biaya dan elemen biaya.
• Biaya periode versus biaya produksi.
• Komposisi biaya produk.
• Biaya untuk pengambilan keputusan manajerial.
• Perbandingan konsep biaya dan marjin.
• Siklus akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur dan siklus harga pokok produk.
• Karakteristik metode harga pokok pesanan.
• Prosedur akuntansi pesanan melalui satu departemen.
• Penggolahan pesanan melalui beberapa departemen
• Pengertian dan defenisi.
• Sisa bahan (scrap).
• Produk rusak (spoile goods)
• Produk cacata (defective goods).
• Pengertian dan defenisi.
• Karakteristik metode harga pokok proses.
• Manfaat informasi harga pokok produksi.
• Metode harga pokok produk diolah melalui satu departemen.
• Metode harga pokok produk diolah melalui lebih dari satu departemen.
• Pengaruh produk hilang dalam proses produksi terhadap [erhitungan harga pokok satuan.
• Persediaan produk dalam proses awal.
• Metode harga pokok FIFO dan metode rata-rata (average method).
• Pengertian produk bersama (joint product) dan produk sampingan.
• akuntansi produk bersama.
• Akuntansi produk sampingan
• Pengertian biaya standar.
• Manfaat dalam pengendalian biaya.
• Prosedur penentuan biaya standar.
• Analisis penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar.
• Analisis selisis biaya produksi langsung model satu selisih, model dua selisih dan model tiga selisih.
• Analisis selisis biaya overhead model satu selisih, model dua selisih, model tiga selisih, dan empat selisih.
• Mhs diharapkan dpt memahami sistem akuntansi biaya dan kegunaan akuntansi biaya dalam kalkulasi biaya.
• Mhs dapat memahami konsep dasar biaya dan penyajiannya di dalam laporan keuangan.
• Mhs dapat memahami bagaimana biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead ditam- bahkan pada suatu produk disetiap tingkat proses produksi.
• Mhs diharapkan dapat memahami siklus akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur.
• Penerapan metode harga pokok pesanan dan bagaimana prosedur akuntansi untuk produk yang diolah melalui satu departemen dan lebih dari satu departemen.
• Mhs diharapkan dapat memahami bagaimana perlakuan akuntansi untuk sisa bahan, produk rusak dan produk catat.
• Mhs diharapkan dapat memahami tentang karakteristik perhitungan biaya dalam metode harga pokok proses.
• Penerapan metode harga pokok proses dan bagamana prosedur akuntansi untuk produk yang diolah melalui satu departemen dan lebih dari satu departemen.
• Mhs diharapkan dapat memahami penerapan pengaruh produk hilang dalam perhitungan harga pokok produksi dgn menggonakan metode FIFO, dan metode rata -rata.
• Mhs diharapkan dapat menmahami penerapan perlakuan akuntansi untuk metode penentuan harga pokok pada perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk.
• Mhs diharapkan dapat memahami pengertian dan manfaat biaya standar untuk tujuan pengendalian biaya.
• Mhs dapat melakuka perhitungan, dan melakukan analisis biaya produksi langsung (bahan baku dan tenaga kerja).
• Mhs dapat melakukan perhitungan dan melakukan analisis biaya produksi biaya overhead pabrik.
Daftar Pustaka:
1. MF. Usry, Cost Accounting, South Western.
2. Usry Hammer, Akuntansi Biaya, Penerbit Erlanga, Jakarta.
3. L. Gayle Rayburn, Akuntansi Biaya (dengan menggunakan pendekatan manajemen biaya) edisi keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
4. RA. Supriyono, Akuntansi Biaya (Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok), Penerbit BPFE Yogyakarta.
5. Mulyadi, Akuntansi Biaya, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta.
6. Ikatan Akuntansi Indonesi, Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tahun 2004, Penerbit Salemba Empat.
PERTEMUAN 1
Pengertian Akuntansi Biaya
Bidang ilmu akuntansi yang mempelajari cara mencatat, mengukur dan pelaporan informasi biaya yang digunakan, penentuan harga pokok dari suatu produk yang diproduksi dan dijual kepada pemesan Maupun untuk pasar, serta untuk persediaan produk yang akan dijual.
Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya
• Fokus Informasi
Akuntansi keuangan fokusnya pada data masa lalu atau data historis.
Akuntansi biaya titik fokusnya untuk masa yang akan datang.
• Rentang Waktu
Akuntansi keuangan menggunakan rentang waktu kurang fleksibel dengan jangka waktu yang relatif panjang seperti semester, tahun.
Akuntansi biaya menggunakan waktu relatif fleksibel seperti harian, mingguan, bulanan, tahunan.
• Lingkup Informasi
Akuntansi keuangan menyajikan informasi untuk keseluruhan perusahaan seperti laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan modal.
Akuntansi biaya hanya menyediakan informasi untuk sebagian perusahaan yang akan digunakan sebagai pedoman pengambilan keputusan.
• Sifat Informasi
Akuntansi keuangan mengutamakan ketepatan informasi yang digunakan.
Akuntansi biaya mengutamakan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan dimasa datang.
• Pihak Berkepentingan
Akuntansi keuangan ditujukan untuk pelaporan kepada pihak eksternal perusahaan seperti investor, kreditur, debitur, karyawan dan pelaporan pajak.
Akuntansi biaya ditujukan untuk internal perusahaan seperti penilaian persediaan, penentuan harga pokok perusahaan dengan tujuan pengambilan keputusan bagi manajemen.
KONSEP BIAYA
• Biaya (Cost)
Merupakan pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.
Contoh :
- Persediaan bahan baku
- Persediaan produk dalam proses
- Persediaan produk selesai
- Supplies atau aktiva yang belum digunakan
• Beban (Expense)
Merupakan biaya yang telah memberikan manfaat dan telah habis.
Contoh :
- Beban penyusutan
- Beban pemasaran
- Beban yang tergolong sebagai biaya operasi
• Cara membedakan antara biaya dan beban, misalnya :
- Pembelian mesin, nilai yang dikeluarkan untuk memperoleh mesin tersebut merupakan biaya tetapi setelah dipakai akan menimbulkan penyusutan terhadap mesin yang akan menjadi beban.
- Perkengkapan kantor yang masih tinggal digolongkan sebagai biaya sedangkan yang sudah terpakai digolongkan sebagai beban.
- Persediaan bahan baku, persediaan produk dalam proses, produk selesai yang masih tinggal dan belum terjual digolongkan sebagai biaya sedangkan yang sudah terjual akan membentuk harga pokok penjualan dan digolongkan sebagai beban.
OBJEK BIAYA
Merupakan tempat dimana biaya atau aktivitas diakumulasikan atau diukur.
1. Produk
2. Produksi
3. Departemen
4. Devisi
5. Lini Produk
6. Kontrak
7. Pesanan pelanggan
8. Proyek
9. Proses
10. Tujuan strategis
KLASIFIKASI BIAYA
1. BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN PRODUK
Biaya dalam hubungan dengan produk dapat dikelompokkan menjadi biaya produksi biaya non produksi
BIAYA PRODUKSI
Merupakan biaya yang digunakan dalam proses produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Biaya produksi ini disebut juga dengan biaya produk yaitu biaya – biaya yang dapat dihubungkan dengan suatu produk dimana biaya ini merupakan bagian dari persediaan.
1. Biaya Bahan Baku Langsung
Bahan baku yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari produk selesai dan dapat ditelusuri langsung kepada produk selesai.
Contoh :
- Kayu dalam pembuatan meubel
- Kain dalam pembuatan pakaian
- Karet dalam pembuatan ban
- Minyak mentah dalam pembuatan bensin
- Kulit dalam pembuatan sepatu
- Tepung dalam pembuatan kue
2. Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja yang digunakan dalam merubah atau mengonversi bahan baku menjadi produk selesai dan dapat ditelusuri secara langsung kepada produk selesai.
Contoh :
- Upah koki kue
- Upah tukang serut dan potong kayu dalam pembuatan meubel
- Tukang jahit, bordir, pembuatan pola dalam pembuatan pakaian
- Tukang linting rokok dalam pabrik rokok
- Operator mesin
3. Biaya Overhead Pabrik
Biaya selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung tetapi membantu dalam mengubah bahan menjadi produk selesai. Biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk selesai. Biaya overhead dapat dikelompokkan menjadi
a. Bahan tidak langsung (bahan pembantu atau penolong)
Bahan yang digunakan dalam penyelesaian produk tetapi pemakaiannya relatif lebih kecil dan biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk selesai.
Contoh :
- Amplas
- Pola kertas
- Oli dan minyak pelumas
- Paku
- Staples
b. Tenaga kerja tidak langsung
Tenaga kerja yang membantu dalam pengolahan produk selesai tetapi tidak dapat ditelusuri langsung kepada produk selesai.
Contoh :
- Gaji satpam pabrik
- Gaji pengawas pabrik
- Pegawai pabrik
c. Bahan tidak langsung lainnya
Biaya selain bahan tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang membantu dalam pengolahan produk selesai tetapi tidak dapat ditelusuri langsung kepada produk selesai.
Contoh :
- Pajak bumi dan bangunan pabrik
- Listrik pabrik
- Air dan tlp pabrik
- Sewa pabrik
- Asuransi pabrik
Biaya Utama
Merupakan gabungan antara biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung
Biaya Konversi
Merupakan biaya yang digunakan untuk merubah bahan baku langsung menjadi produk selesai. Biaya ini gabungan antara biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
BIAYA NON PRODUKSI
Merupakan biaya yang tidak berhubungan dengan proses produksi. Biaya non produksi ini disebut dengan biaya komersial atau biaya operasi.
1. Beban pemasaran
Biaya yang dikeluarkan apabila produk selesai dan siap dipasarkan ketangan konsumen
Contoh :
- Beban iklan
- Promosi
- Komisi penjualan
- Pengiriman barang
- Hiburan
- Telp
2. Beban administrasi
Biaya yang dikeluarkan dalam hubungan dengan kegiatan penentu kebijakan, pengarahan, pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berjalan dengan efektif dan effisien.
Contoh :
- Gaji administrasi kantor
- Sewa kantor
- Penyusutan kantor
- Biaya piutang tak tertagih
- Biaya atk
3. Beban keuangan
Biaya yang muncul dalam melaksanakan fungsi – fungsi keuangan.
Contoh :
- Beban bunga
2. BIAYA DALAM HUBUNGAN DENGAN VOLUME PRODUKSI
1. Biaya variabel
Biaya yang berubah sebanding dengan perubahan volume produksi dalam rentang relevan tetapi secara perunit tetap.
Contoh :
- Perlengkapan
- Bahan bakar
- Royalty
- Biaya komunikasi
- Upah lembur
2. Biaya tetap
Biaya yang secara totalitas bersifat tetap dalam rentang relevan tertentu tetapi secara per unit berubah.
Contoh :
- Pajak properti
- Gaji eksekutif produksi
- Sewa
- Pemeliharaan dan perbaikan gedung dan bangunan
- Gaji supervisor
3. Biaya semi
Biaya di dalamnya mengandung unsur tetap dan mengandung unsur variabel.
a. Biaya semi variabel
Biaya di dalamnya mengandung unsur tetap dan memperlihatkan karakter tetap dan variabel.
Contoh :
- Biaya listrik
- Tlp dan air
- Bensin
- Perlengkapan
- Pajak penghasilan
b. Biaya semi tetap
Biaya yang berubah dan volume secara bertahap
Biaya Dalam Hubungan dengan Departemen Produksi
Perusahaan pabrik dapat dikelompokkan menjadi segmen – segmen dengan berbagai nama seperti; departemen, kelompok biaya, pusat biaya, unit kerja yang dapat digunakan dalam mengelompokkan biaya menjadi biaya langsung departmen dan biaya tidak langsung departemen.
1. Biaya Langsung Departeman
Biaya langsung departemen adalah biaya yang dapat ditelusuri secara langsung ke departemen bersangkutan.
Contoh:
• Gaji mandor pabrik yang digunakan oleh departemen bersangkutan merupakan biaya langsung bagi departemen.
2. Biaya Tidak Langsung Departemen
Biaya tidak langsung departemen adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke dapartemen bersangkutan.
Contoh:
• Biaya penyusutan dan biaya asuransi merupakan biaya yang manfaatnya digunakan secara bersama oleh masing – masing departemen, oleh karena itu biaya tersebut merupakan biaya tidak langsung departemen.
Biaya Dalam Hubungan Dengan Periode Waktu
Dalam hubungannya dengan periode waktu biaya dapat dikelompokkan menjadi biaya pengeluaran modal dan biaya pengeluaran pendapatan.
1. Biaya Pengeluaran Modal
Biaya pengeluaran modal adalah biaya yang dikeluarkan untuk memberikan manfaat di masa depan dan dalam jangka waktu yang panjang dan dilaporkan sebagai aktiva.
Contoh:
• Pembelian mesin dan peralatan
3. Biaya Pengeluaran Pendapatan
Biaya pengeluaran pendapatan adalah biaya yang memberikan manfaat untuk periode sekarang dan dilaporkan sebagai beban.
Contoh:
• Mesin atau peralatan yang dibeli apabila dikonsumsi akan kehilangan kegunaan dan akan menimbulkan penyusutan. Penyusutan ini disebut sebagai pengeluaran pendapatan yang akan dilaporkan sebagai beban.
Biaya Dalam Hubungannya Dengan Pengambilan Keputusan
Biaya dalam rangka pengambilan keputusan dapat dilekompokkan menjadi biaya relevan dan biaya tidak relevan.
1. Biaya Relevan
Biaya relevan adalah biaya masa akan datang yang berbeda dalam beberapa alternatif yang berbeda.
Biaya relevan terdiri dari:
a. Biaya diferensial
Biaya diferensial adalah selisih biaya atau biaya yang berbeda dalam beberapa alternatif pilihan. Biaya diferensial disebut juga dengan biaya marginal atau biaya incremental.
Contoh:
• Perusahaan mempunyai dua pilihan dalam penggunaan bahan yaitu logam dan besi. Jika menggunakan logam biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 100.000, sedangkan jikan menggunakan besi biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 150.000. Dari keterangan diatas terlihat bahwa ada dua alternatif ynag berbeda dengan dua biaya yang berbeda. Perbedaan tersebut sebesar Rp. 50.000.
b. Biaya Kesempatan
Biaya kesempatan adalah kesempatan yang dikorbankan dalam memilih suatu alternatif.
Contoh:
• Perusahaan mempunyai dua alternatif yang berbeda terhadap sebuah mobil, apakah mobil tersebut dijual atua desewakan. Alternatif pertama, dengan menjual mobil maka perusahaan akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 50.000.000. Alternatif kedua, mobil tersebut sapat disewakan dengan pendapatan sebesar Rp. 60.000.000. Jika alternatif yang dipilih adalah menjual mobil tersebut, maka ada kesempatan yang hilang yaitu sebesar Rp. 60.000.000 jika memilih disewakan.
c. Biaya Tersamar
Biaya tersamar adalah biaya yang tidak kelihatan dalam catatan akuntansi tetapi mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
Contoh:
• Biaya bunga
d. Biaya Nyata
Biaya nyata adalah biaya yang benar – benar dikeluarkan akibat memilih suatu alternatif.
Contoh:
• Biaya yang dikeluarkan akibat memilih jika menerima pesanan dari luar.
e. Biaya Yang Dapat Dilacak
Biaya dapat dilacak adalah biaya yang dapat dilacak kepada produk selesai.
Contoh:
• Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
2. Biaya Tidak Relevan
Biaya tidak relevan adalah biaya yang dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi keputusan apapun. Biaya tidak relevan dapat dikelompokkan menjadi elemen:
a. Biaya Masa Lalu
Biaya masa lalu atau biaya histori adalah biaya yang sudah dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi keputusan apapun.
Contoh:
• Pembelian mesin
b. Biaya Terbenam
Biaya terbenam adalah biaya yang tidak dapat kembali.
Contoh:
• Kelebihan nilai buku atas nilai sisa, supervisor pabrik dan penyusutan bangunan.
Pertemuan I
By :
Rihlah Sa'idah





